Now Playing Tracks

So what does our deen want? In a nutshell, what Allah wants from us is to constantly try to get better. Not to become perfect, but to get better. Get better than what? Get better than who? Get better than yourself from yesterday.

We just have to constantly try to improve. At the end of the day, it doesn’t matter if we’re talking about ourselves as teachers, da’ies, worshippers, as Muslims in any capacity — all our deen wants is constant effort to improve.

If we internalise that, then it gives us many benefits. One of the most important benefits of that realisation is, we will never be satisfied with where we are.

Nouman Ali Khan (via aneesahs)

learning

it will never be easy, but you might gain and learn so many things about life and computational logic, of course :p

kertas ucapan pengiring keberangkatan untuk kuliah jauuuh dari tanah air itu masih tersimpan rapi, kak. satu paket dengan hadiah yang ternyata sangat bermanfaat di sini. ah, kau tau saja apa yang dibutuhkan seseorang yang baru pertama kali menginjak bumi eropa, tentu karena kau sudah kaya pengalaman setelah pulang dari dua tahun belajar di belahan bumiNya yang lain.

"serunya kuliah di luar negeri itu Li, bisa merasakan hidup yang naik-turun. kadang merasa masalah yang dihadapi kayaknya gedeee banget. tapi tiap ada kejadian yang menenangkan, walaupun simple, rasanya super happy :)." 

dan lagi-lagi kau benar, kak. belajar tentang kehidupan itu abstrak memang, hanya perlu dirasakan dan dipraktekkan secara langsung. dan kemandirian kini bukan lagi tentang mengurus diri sendiri: masak, mencuci, merapihkan kamar, atau urusan rumah tangga lainnya; tapi juga tentang seni mengatasi masalah dan manajemen stres. kemampuan untuk bisa memotivasi diri sendiri, bangkit setelah terjatuh, menjadi modul wajib yang harus ditamatkan dalam mata kuliah berjudul “kehidupan” ini. Rasulullah juga sudah memberikan hint untuk bisa lulus dalam ujiannya, yaitu sabar dan syukur.

"karena akan ada banyak kejadian yang baru pertama kali dirasakan. pasti rasanya berat, tapi itulah proses belajar. nanti ketika kembali ke Indonesia mungkin akan merasakan hal yang mirip, dan ketika itu perspektif yang kita punya sudah akan berkembang. pengalaman yang didapat akan sangat berguna sekali."

iya, maka pengalaman akan menjadi guru yang berharga, yang akan menuntun kita dengan pelajaran atas kejadian yang pernah dihadapi, yang memperkaya warna dalam cara pandang kita menghadapi suatu hal. 

jadi, sudah belajar apa lagi hari ini? :)

~terima kasih buat kakak Lia Sadita, atas sharing ilmunya. kapan-kapan cerita lagi yak kak :D

bolzano: sebuah pilihan

kota ini ada dalam urutan ketiga dalam empat daftar universitas pilihan yang ku buat untuk menjadi tempat belajar selama satu tahun mendatang. ya, aku masih ingat selepas presentasi dari empat partner university tersebut di computational logic workshop di vienna, ketika teman-teman sekelasku mengumpulkan daftar universitas tujuan yang akan menjadi pilihan kita; kala itu aku katakan: dresden, vienna, dan bolzano. aku masih bingung antara dua pilihan terkuat: dresden dan vienna, bolzano ada di urutan ke tiga, sementara lisbon tidak masuk dalam daftar pilihanku sama sekali. selama workshop itu pula aku rajin mengumpulkan data mengenai dresden dan vienna; tentang universitasnya, tentang kehidupan di kotanya, tentang peluang-peluang risetnya. hampir-hampir bolzano sudah akan ku hapus dari daftar univeritas pilihanku.

23 Februari 2014, hari pertama aku datang ke kota ini. itu berarti hanya tersisa 10 hari untuk memberikan keputusan pilihan ke sekertaris EMCL. 10 hari untuk berpikir visioner, mempertimbangkan semua positif dan negatif dari pilihan yang tidak mudah ini. dan tepat di hari deadline, 5 Maret 2014, aku kirimkan email bersubyek “second year university” dengan pilihanku: bolzano.

kenapa kamu berubah, Li?

tentu pilihan ini sudah ku pikirkan matang-matang, dengan istikharah, setelah mencari sebanyak-banyaknya informasi tentang masing-masing universitas, juga bertanya sekaligus meminta ridho dari ayah dan ibu. memang, kecenderunganku akan tiga pilihan universitas itu perlahan-lahan berubah setelah benar-benar merasakan proses belajar di kota ini, tahu tentang peluang risetnya, kenal dengan profesornya, menjalani kehidupan yang serba praktis dan simpel di kota dengan pemandangan gunung di sekitarnya yang sungguh cantik. 

ada banyak pertimbangan ketika dihadapkan dengan berbagai macam pilihan. dan diantara faktor-faktor itu, tentu ada faktor utama yang menjadi dasar dari suatu pilihan keputusan. dan selama niatnya adalah untuk belajar, maka sudah seharusnya faktor pendukung proses menuntut ilmu itulah yang menempati posisi teratas dari sekian banyak faktor yang ada.

selama 10 hari melakukan riset untuk mencari tahu kekuatan di tiga universitas itu, aku mendapati bahwa bolzano adalah yang paling cocok dengan bidang minatku. meski ketiganya sama-sama memiliki kekuatan dalam bidang description logic, aku mendapati bahwa riset-riset di Bolzano lebih konkret karena banyak menyangkut aspek practical. atmosfer perkuliahan juga tidak hanya didominasi oleh penjelasan teori di kelas, tapi juga didukung dengan praktek di lab dan proyek. dua profesor sekaligus pengarang buku The Description Logic Handbook juga ada di kota ini: Diego Calvanese dengan cara mengajarnya yang cepat dan teratur, yang selalu memaksaku untuk harus membaca handout kuliahnya terlebih dahulu sebelum belajar di kelas agar bisa mengikuti ritme pengajarannya, dan Werner Nutt yang suka melatih mahasiswanya untuk bisa berpikir ala seorang periset. keduanya sangat baik dan selalu menyenangkan saat diajak diskusi. ah, aku ingin bisa melakukan riset thesis dengan salah satu diantara mereka.

tapi tentu tak ada sesuatu yang sempurna. kota ini pun memiliki kekurangan dibanding kota lainnya. jika dibanding dengan dresden misalnya, jumlah orang Indonesia di bolzano sangatlah sedikit. dan faktor ini pun sempat jadi pertimbangan untuk tidak ingin tetap tinggal di bolzano. tapi lagi-lagi aku ajukan pertanyaan ke diri sendiri, “mau belajar atau mau main-main sama orang Indonesia, Li?”. ya memang aku tidak bisa hidup sendirian, ya memang selalu menyenangkan kala bisa berkumpul dengan saudara sebangsa, tapi teman bukan hanya orang Indonesia, bukan? aku bisa mulai mencari teman-teman lainnya, memperluas persahabatan, dan network. 

aku juga tahu bahwa sangat mungkin untuk merasakan kebosanan di kota ini; tinggal lebih dari 1 tahun tidaklah mudah bagi orang yang mudah merasa jenuh seperti aku. tapi akan selalu ada jeda dan refreshing yang bisa dilakukan kan? jalan-jalan di kota sekeliling misalnya, mengeksplorasi alam sekitar, atau mencoba kegiatan baru seperti merajut atau belajar masak makanan khas Itali. *haha semoga tak sekedar wacana* >.<

kita selalu punya pilihan, Sayang. yang tak selalu kita punya itu kedewasaan untuk mempertimbangkan, kesungguhan untuk mencari tahu, kelapangan untuk menerima, keberanian untuk memutuskan. padahal untuk beberapa hal, pilihan yang salah lebih baik daripada tidak memilih. setidaknya, kita bisa belajar dari pilihan yang salah tersebut. setidaknya, kita bisa berusaha agar tak mengulanginya di kemudian hari.

___ Serial Ayah-Bunda, Nazrul Anwar

ya pada akhirnya, pilihan itu niscaya. terlepas dari apakah ini keputusan yang benar atau salah, setidaknya aku sudah memulainya dengan istikharah dan niat yang baik. sekarang tinggal bagaimana bisa bertanggungjawab atas pilihan ini, menyelesaikan tiga semester tersisa dengan maksimal, lalu berlanjut ke mimpi-mimpimu selanjutnya. selamat belajar, Lili. selamat menemukan passionmu dan mencintai dunia yang sedang kau tekuni sekarang ini :)

pengingat kebaikan

satu hal yang patut disyukuri adalah anugerah untuk bisa bertemu dengan saudara seaqidah, yang bisa saling menguatkan dan menjaga satu sama lain. saudara yang hanya dengan melihat atau bertegur sapa saja, bisa melecut iman yang sedang kering dan butuh pelumas untuk bisa tersemangati kembali. tak terbayang bagaimana jadinya jika aku harus berjuang di sini, sendiri. ya, sendiri.

ini bukan hanya tentang tantangan budaya atau kebiasaan yang tidak sepenuhnya sama dengan di Indonesia. tak hanya tantangan untuk bisa tetap menjalankan ibadah dengan maksimal atau tetap mengontrol suapan makanan halal yang masuk ke dalam tubuh. akhir-akhir ini aku juga menyadari, rutinitas juga bisa menjebak dalam fase terburuk diri kita. jenuh, malas untuk berbuat kebaikan, tidak semangat belajar, bosan, dsb, menjadi masalah yang sulit terobati tanpa hadirnya saudara yang bisa mengingatkan untuk kembali ke jalan yang benar.

bayangkan saja, dalam sehari harus kuliah dari pagi hingga sore, kadang sampai malam, lalu dilanjutkan dengan belajar di perpus atau menyelesaikan tugas kelompok. belum lagi tugas individual, latihan di lab, dan tuntutan untuk menggenapi sks waktu untuk belajar mandiri. ini belum ditambah tingkat stres karena tidak bisa sepenuhnya mengerti akan materi yang diajarkan di kelas.

maka semuanya terasa tak lebih dari sekedar rutinitas belaka. dan semuanya akan jadi hambar karena kita tidak tahu makna di balik semua aktivitas kebaikan itu. dan kesadaran akan pemaknaan itulah yang butuh untuk selalu dijaga, butuh untuk selalu diingatkan, salah satunya dengan saudara yang saling menasehati dalam kebenaran dan kebaikan.

maka pertemuan dua jam setiap minggu bersama mereka, saudara-saudara pengingat dalam kebaikan, menjadi begitu berharga meski tak bisa secara langsung melihat mereka secara fisik. pertemuan yang selalu bisa menghadirkan semangat itu kembali. pertemuan yang menyadarkan akan pemaknaan mengapa harus belajar, mengapa harus berjuang menuntut ilmu hingga rela untuk berpisah jauh dengan orang-orang yang dicintai, mengapa harus berlelah-lelah dalam mengejar mimpi dan cita-cita. pertemuan yang disebut dengan liqo.

semenjak aku pindah ke kota mungil ini, Bolzano, liqoku ditransfer ke liqo di Itali. tak seperti di Dresden dimana liqo diadakan secara offline setiap dua minggu sekali, liqo di sini diadakan secara online setiap hari sabtu malam. dan ternyata anggotanya sangat beragam, dari beberapa kota di Itali dan Perancis, dengan berbagai latar belakang yang berbeda. tapi ini sungguh menyenangkan sekali, bisa saling mengenal dan bercerita, mengeluarkan keluh kesah yang dirasakan selama seminggu terakhir.

memang beda rasanya karena tidak bisa bertatap muka secara langsung, tapi sungguh ini sudah lebih dari cukup untuk bisa mendapatkan semangat itu kembali, untuk selalu ingat tentang tujuan dan makna kehidupan, untuk selalu berusaha berada dalam koridor kebaikan. terima kasih ya Allah, Engkau hadirkan mereka: saudara, sahabat, dan siapapun itu dengan caraMu; yang semoga senantiasa bisa menjadi pengingat kebaikan dan kewajiban untuk konsisten menjaga idealisme berislam hingga akhir hayat.

tau apa yang paling bedain dresden dan bolzano? di dresden, aku gak punya pr sama sekali. di bolzano, ada bermacam-macam pr, mulai dari exercise, coursework, lab practice, sampai project :’) – View on Path.

seorang teman bilang, setiap lagu itu punya kenangannya sendiri.

maka kalau aku denger lagu ini, pasti langsung teringat momen 17 januari-17 februari 2014. sebulan yang diisi dengan project, uas perdana di program master, dan pembelajaran untuk bisa mengatur masalah dengan tidak mencampuradukkan masalah yang satu dengan yang lain.

pertama kali tau lagu ini dari ami, yang setiap weekend suka nginep di kamarku. dia pasang alarm dengan lagu ini dan seketika itu juga aku langsung suka sama lagunya. alhasil lagu ini jadi lagu favorit yang menemani saat-saat ngoding project di kamar pagi-pagi sebelum subuh, saat suntuk pas nulis laporan project di lab, atau saat lagi belajar persiapan uas di slub.

sekaligus juga jadi kenangan bahwa ada suatu masa ketika dihadapkan dengan suatu permasalahan, sementara ada masalah lain yang lebih prioritas untuk diselesaikan, maka yang harus dilakukan adalah fokus dan tetaplah berjalan di atas mimpi dan cita-cita. jangan biarkan distraksi yang ada merobohkan impian yang sudah sejak dulu dibangun pelan-pelan. terakhir, tetaplah percaya padaNya, bahwa Ia tidak akan pernah memberikan soal yang terlampau sulit untuk seorang anak yang baru belajar. Ia tahu kadar kemampuan hambaNya, dan Ia selalu tahu apa yang benar-benar hambaNya butuhkan.

(Source: Spotify)

asma

“I am Asma, I come from Palestine.”

itulah saat pertama kali kita bertemu, di faculty tour fakultat informatik TU Dresden. kamu datang bersama Ala, temanmu yang juga datang dari Palestina. betapa senangnya aku saat tahu akan mempunyai teman yang seaqidah, sejurusan, seperjuangan di program EMCL selama dua tahun ini. betapa bersyukurnya aku bahwa selama lima bulan kebersamaan ini, kita bisa saling mendukung satu sama lain. shalat bersama di ruangan dekat tangga yang akan menjadi sepi menyeramkan tanpa adanya kamu. belajar bersama, mencoba untuk bisa memahami setiap kerumitan materi logic ataupun constraint programming. dan sungguh besar nikmat-Nya, kini kamu menjadi flatmateku di kota yang baru kita tempati dua minggu ini.

tak butuh waktu lama bagimu untuk mengenalku. kamu tahu kalau aku sangat suka coklat, selalu makan nasi tiga kali sehari, dan begitu peka akan semua kondisiku. kamu yang begitu sigapnya memberikan obat dan memperban tanganku saat aku mengaduh kesakitan gara-gara tidak hati-hati menggunakan pisau. kamu selalu senang berbagi. saat kamu membeli suatu makanan, kamu akan segera membaginya kepada teman-teman di dekatmu. kamu yang selalu menawarkan apapun yang kamu punya untuk sahabatmu dan juga tamumu.

kamu begitu hebat, Asma. begitu kuat dalam menghadapi semua tantangan di program kita ini. aku tahu kamu tidak mempunyai dasar pembelajaran yang sama dari studi S1mu dulu, tidak seperti teman-teman kita yang sudah sangat pintar dan lancar dalam memahami materi logic. tapi lihatlah sekarang, ketekunanmu, semangatmu untuk terus belajar, kesabaranmu, membuahkan hasil yang sangat memuaskan. nilaimu hampir sempurna di module logic and constraint programming di saat teman-teman lain yang jauh lebih dulu mengerti materi ini tidak mendapat hasil sebaikmu. dan dengan tinggal bersamamu saat ini, aku semakin mengerti bahwa kamu sangat suka sekali belajar :).

aku tidak akan pernah lupa, kamu yang selalu berdoa untuk kesuksesan projectku. doamu sungguh menguatkan, Asma. masa-masa kritis di akhir semester satu kemarin berhasil ku lewati atas keikhlasan doa darimu, doa yang sembunyi-sembunyi kau panjatkan untukku. ah kamu suka sekali berdoa ya. di perjalanan, di kereta, di taman, kamu berdoa untuk keluarga dan teman-temanmu. aku belajar banyak dari kebiasaan baikmu ini.

ah, Asma. mungkin tidak sampai empat bulan lagi kita bersama. setelah itu kau akan kembali ke Dresden dan aku akan tetap di sini. aku tahu ini tidak akan mudah; aku pasti akan teringat semua kebersamaan kita, semua kejadian yang pernah kita lalui, dan tentu semua kebaikanmu. aku akan sangat merindukanmu. tapi aku juga tahu bahwa ini adalah pilihan terbaik untuk masing-masing kita. pilihan agar kita bisa belajar dan mendalami bidang minat yang kita sukai. pilihan yang semoga akan mempertemukan kita kembali di masa mendatang dalam keadaan yang lebih baik dari sekarang, dengan keahlian dan kontribusi konkret masing-masing kita :).

terima kasih dresden untuk 4,5 bulan yang begitu berharga :)
1 Oktober 2013 - 17 Februari 2014mandiri. adaptasi. logic. project. slub. yasinan. marwah. E005. zellescher weg. saman. bastei. zoo. masak. 3026. ruang kaca. oral exam. halle. liqo. zittau. winter break. defense. danke.
dan di tiap perjalanan pasti ada hikmah, pengalaman, dan pembelajaran. tinggal tergantung kita, mau dan siapkah untuk mengalami perubahan, menghadapi tantangan dan ujian, demi beranjak ke derajat yang lebih tinggi lagi.
Zoom Info
terima kasih dresden untuk 4,5 bulan yang begitu berharga :)
1 Oktober 2013 - 17 Februari 2014mandiri. adaptasi. logic. project. slub. yasinan. marwah. E005. zellescher weg. saman. bastei. zoo. masak. 3026. ruang kaca. oral exam. halle. liqo. zittau. winter break. defense. danke.
dan di tiap perjalanan pasti ada hikmah, pengalaman, dan pembelajaran. tinggal tergantung kita, mau dan siapkah untuk mengalami perubahan, menghadapi tantangan dan ujian, demi beranjak ke derajat yang lebih tinggi lagi.
Zoom Info
terima kasih dresden untuk 4,5 bulan yang begitu berharga :)
1 Oktober 2013 - 17 Februari 2014mandiri. adaptasi. logic. project. slub. yasinan. marwah. E005. zellescher weg. saman. bastei. zoo. masak. 3026. ruang kaca. oral exam. halle. liqo. zittau. winter break. defense. danke.
dan di tiap perjalanan pasti ada hikmah, pengalaman, dan pembelajaran. tinggal tergantung kita, mau dan siapkah untuk mengalami perubahan, menghadapi tantangan dan ujian, demi beranjak ke derajat yang lebih tinggi lagi.
Zoom Info
terima kasih dresden untuk 4,5 bulan yang begitu berharga :)
1 Oktober 2013 - 17 Februari 2014mandiri. adaptasi. logic. project. slub. yasinan. marwah. E005. zellescher weg. saman. bastei. zoo. masak. 3026. ruang kaca. oral exam. halle. liqo. zittau. winter break. defense. danke.
dan di tiap perjalanan pasti ada hikmah, pengalaman, dan pembelajaran. tinggal tergantung kita, mau dan siapkah untuk mengalami perubahan, menghadapi tantangan dan ujian, demi beranjak ke derajat yang lebih tinggi lagi.
Zoom Info
terima kasih dresden untuk 4,5 bulan yang begitu berharga :)
1 Oktober 2013 - 17 Februari 2014mandiri. adaptasi. logic. project. slub. yasinan. marwah. E005. zellescher weg. saman. bastei. zoo. masak. 3026. ruang kaca. oral exam. halle. liqo. zittau. winter break. defense. danke.
dan di tiap perjalanan pasti ada hikmah, pengalaman, dan pembelajaran. tinggal tergantung kita, mau dan siapkah untuk mengalami perubahan, menghadapi tantangan dan ujian, demi beranjak ke derajat yang lebih tinggi lagi.
Zoom Info
terima kasih dresden untuk 4,5 bulan yang begitu berharga :)
1 Oktober 2013 - 17 Februari 2014mandiri. adaptasi. logic. project. slub. yasinan. marwah. E005. zellescher weg. saman. bastei. zoo. masak. 3026. ruang kaca. oral exam. halle. liqo. zittau. winter break. defense. danke.
dan di tiap perjalanan pasti ada hikmah, pengalaman, dan pembelajaran. tinggal tergantung kita, mau dan siapkah untuk mengalami perubahan, menghadapi tantangan dan ujian, demi beranjak ke derajat yang lebih tinggi lagi.
Zoom Info
terima kasih dresden untuk 4,5 bulan yang begitu berharga :)
1 Oktober 2013 - 17 Februari 2014mandiri. adaptasi. logic. project. slub. yasinan. marwah. E005. zellescher weg. saman. bastei. zoo. masak. 3026. ruang kaca. oral exam. halle. liqo. zittau. winter break. defense. danke.
dan di tiap perjalanan pasti ada hikmah, pengalaman, dan pembelajaran. tinggal tergantung kita, mau dan siapkah untuk mengalami perubahan, menghadapi tantangan dan ujian, demi beranjak ke derajat yang lebih tinggi lagi.
Zoom Info
terima kasih dresden untuk 4,5 bulan yang begitu berharga :)
1 Oktober 2013 - 17 Februari 2014mandiri. adaptasi. logic. project. slub. yasinan. marwah. E005. zellescher weg. saman. bastei. zoo. masak. 3026. ruang kaca. oral exam. halle. liqo. zittau. winter break. defense. danke.
dan di tiap perjalanan pasti ada hikmah, pengalaman, dan pembelajaran. tinggal tergantung kita, mau dan siapkah untuk mengalami perubahan, menghadapi tantangan dan ujian, demi beranjak ke derajat yang lebih tinggi lagi.
Zoom Info
terima kasih dresden untuk 4,5 bulan yang begitu berharga :)
1 Oktober 2013 - 17 Februari 2014mandiri. adaptasi. logic. project. slub. yasinan. marwah. E005. zellescher weg. saman. bastei. zoo. masak. 3026. ruang kaca. oral exam. halle. liqo. zittau. winter break. defense. danke.
dan di tiap perjalanan pasti ada hikmah, pengalaman, dan pembelajaran. tinggal tergantung kita, mau dan siapkah untuk mengalami perubahan, menghadapi tantangan dan ujian, demi beranjak ke derajat yang lebih tinggi lagi.
Zoom Info

terima kasih dresden untuk 4,5 bulan yang begitu berharga :)

1 Oktober 2013 - 17 Februari 2014
mandiri. adaptasi. logic. project. slub. yasinan. marwah. E005. zellescher weg. saman. bastei. zoo. masak. 3026. ruang kaca. oral exam. halle. liqo. zittau. winter break. defense. danke.

dan di tiap perjalanan pasti ada hikmah, pengalaman, dan pembelajaran. tinggal tergantung kita, mau dan siapkah untuk mengalami perubahan, menghadapi tantangan dan ujian, demi beranjak ke derajat yang lebih tinggi lagi.

To Tumblr, Love Pixel Union