Photo
nakindonesia:

Sementara kamu membenci hidupmu karena kamu tidak bisa mendapatkan apa yang kamu inginkan - seseorang berharap untuk memiliki kehidupan seperti milikmu.
-Nouman Ali Khan

haaa! iya ini bener banget.
kadang kita merasa kehidupan orang lain jauh jauuh lebih menyenangkan dibanding kehidupan kita. padahal orang lain juga melihat diri kita jauh lebih bahagia dibanding dirinya.
yuuk mariii bersyukur :)

nakindonesia:

Sementara kamu membenci hidupmu karena kamu tidak bisa mendapatkan apa yang kamu inginkan - seseorang berharap untuk memiliki kehidupan seperti milikmu.

-Nouman Ali Khan

haaa! iya ini bener banget.

kadang kita merasa kehidupan orang lain jauh jauuh lebih menyenangkan dibanding kehidupan kita. padahal orang lain juga melihat diri kita jauh lebih bahagia dibanding dirinya.

yuuk mariii bersyukur :)

Video

*dulu sepertinya udah pernah reblog video ini, tapi entah kenapa pas liat lagi terus merasa terinspirasi dan pengen reblog lagi* :D

yap, setuju banget lah sama penjelasan dari Ust. Nouman Ali Khan ini, bahwa keluarga adalah sumber kekuatan terbesar untuk membangun generasi peradaban. kalau hubungan suami-istri, orang tua-anak nya sudah baik, maka insya Allah baik pula generas-generasi selanjutnya, dan itu pun akan memberikan efek domino yang bagus untuk lingkungan sekitar, lingkungan bermasyarakat yang lebih luas lagi, lingkungan bernegara, dst mengglobal ke seluruh dunia :)

dan qurrota a’yun ini benar-benar kata yang pas untuk mencerminkan dambaan keluarga yang super itu: keluarga bisa menjadi sumber kebahagiaan, ketenangan hati, ketentraman, sarana perlindungan dari badai masalah, dan puncaknya adalah bisa menjadi teladan bagi keluarga-keluarga yang lainnya :)

maka gak salah kalau doa ini jadi doa favoritnya Ust Nouman Ali Khan, yang juga menjadi doa favoritku sekarang ;)

nakindonesia:

Qurrota A’yun - coolness of the eyes

Ceramah Ustadz Nouman kali ini tentang salah satu do’a favorit beliau dalam Qur’an surat QS Al-Furqon:74.

وَالَّذِيۡنَ يَقُوۡلُوۡنَ رَبَّنَا هَبۡ لَـنَا مِنۡ اَزۡوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعۡيُنٍ وَّاجۡعَلۡنَا لِلۡمُتَّقِيۡنَ اِمَامًا‏

Our Lord! Bestow on us from our spouses and our offspring who will be the comfort (Literally: the coolness) of our eyes, and make us leaders for the righteous

"Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyejuk mata (penyenang hati) (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa"".

Kirain, penyejuk mata itu literally bermakna kesejukan mata yang timbul karena keindahan pemandangan. Jadi inget juga kalo ada ikhwan yg menyebut akhwat cantik sebagai qurrota a’yun :D Padahal maknanya jauh dari itu.. Lebih dalam, lebih luas, lebih indah! Gak ada hubungannya dengan kecantikan atau ketampanan. Sesuai dengan janji Allah yang tidak menilai kita dari tampang/fisik melainkan dari ketakwaan, qurrota a’yun juga berkaitan dengan itu. Kita gak bisa milih dilahirkan dengan fisik seperti apa, tapi kita bisa memilih untuk bertakwa. Betapa adilnya :)

Bangsa Arab memiliki 2 ungkapan untuk mengekspresikan 2 kondisi yang bertolak belakang: “the eyes become warm" dan "the eyes become cool”. “The eyes become warm" digunakan untuk mengekspresikan kesedihan, depresi, kemuraman. Sedangkan "the eyes become cool" digunakan untuk menunjukkan kebahagiaan, ketenangan, kesenangan.

Contohnya, ketika di bandara ada seorang ibu yang melepas kepergian anaknya untuk berangkat ke suatu tempat yang jauh. Ibu ini menangis sedih karena akan kehilangan anaknya (meskipun untuk sementara). Untuk ibu ini, kondisinya adalah “Her eyes become warm”. Di tempat yang sama, ada ibu yang menyambut kepulangan anaknya dari tempat yang jauh. Ia menangis bahagia karena setelah sekian lama berpisah, akhirnya bisa bertemu kembali. Untuk ibu yang satu ini, ungkapan yang pas adalah “Her eyes become cool”. Nah, ungkapan kedua inilah yang menjadi makna dari qurrota a’yun, to express tears of joy, mengekspresikan air mata kebahagian.

Makna lainnya, dilatari dengan cerita dari Arab, di mana orang-orang Arab itu kan suka bepergian di padang pasir. Selama bepergian, gak jarang mereka diserbu badai pasir. Kendaraan yang mereka gunakan saat itu (unta) kan punya bulu mata yang tebal dan bisa melindungi matanya dari pasir meskipun ga menutup mata. Tapi bagi si pengendara yang gak punya keistimewaaan itu, harus berhenti dulu dan berlindung di gua. Saat berlindung di gua dan selamat dari badai itulah dia mengatakan,  “my eyes have finally become cool, qurrata ‘ainayya”.

Jadi dari do’a dalam QS Al-Furqon:74 ini kita diajari untuk berdo’a, agar menemukan qurrota a’yun di dalam keluarga kita, di dalam diri pasangan dan anak2 –yang dimaksud dengan keturunan di sini bukan hanya keturunan langsung (anak), tapi juga keturunan yang seterusnya (cucu, cicit, dll)–. Harusnya ada ketenangan (sakinah), kebahagiaan, dan kedamaian yang bisa kita temukan dalam keluarga.

Dari manakah ketenangan itu berasal? Apakah dari kecantikan/ketampanan, kekayaan, ketenaran? Tidak! Ketenangan itu lahir dari ketakwaan. Ada suami/istri yang patuh pada Allah, anak2 yang rajin beribadah, hubungan antar anggota keluarga yang baik dan harmonis, anggota keluarga yang sholih dan baik2. Semuanya terjadi karena menuruti aturan Allah. Keluarga di rumah seharusnya menjadi tempat pulang yang menyenangkan dan menenangkan setelah seharian bekerja atau menghadapi ‘badai’ di luar rumah.

Satu poin penting lagi, kenapa kita harus berdo’a supaya keturunan kita jadi qurrota a’yun, jadi orang yang membuat kita tentram tenang dan bahagia karena kesolehannya, adalah karena kita juga bertanggung jawab untuk membuat itu terjadi. Kalo kitanya ngaco, nantinya mendidik anak dengan ngaco, anak kita mendidik anaknya lebih ngaco lagi, kitalah yang nanti akan ditanya, ini kenapa anak2 dan cucu2 kamu jadi pada ngaco begini? 

Masya Allah.. Islam mengajarkan kita untuk menghargai sebuah institusi bernama keluarga. Sebuah institusi di mana pribadi Muslim yang baik mulai dibentuk untuk kemudian meluaskan kebaikan yang didapatnya di rumah kepada masyarakat. Dari keluarga2 yang baik, insya Allah akan terbangun masyarakat dan negara yang baik.

Terakhir… tau gak lanjutan ayat ini di QS Al-Furqon apa?

أُولَٰئِكَ يُجْزَوْنَ الْغُرْفَةَ بِمَا صَبَرُوا وَيُلَقَّوْنَ فِيهَا تَحِيَّةً وَسَلَامًا 

"Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam syurga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya" (QS Al-Furqon:75)

Allah Maha Baik :)

-HS-

Video

muhammadjhovy:

Saat saya selesai menonton video ini dan terkejut oleh banyak hal didalamnya, saya ingin segera bagikan di tumblr ini. Bagi saya video ini berharga untuk tiap orang yang ingin mengenal Allah dan berkomunikasi dua arah dengan-Nya.

Mencoba mencari kata-kata yang bisa menjelaskan kejutan itu, tapi susah. Oleh karena itu…

…luangkan waktu 13 menitmu untuk menonton video ini.

Link

nakindonesia:

Baru kemarin aku ingat lagi hukum fisika Newton yang berlaku juga untuk banyak hal: “Benda yang diam akan cenderung diam, sementara benda yang bergerak juga memiliki kecenderungan bergerak.”

Matematika waktu dan kebaikan memang unik. Memang benar bahwa “kewajiban lebih banyak dari waktu yang…

Photo
nakindonesia:

Orang-orang yang berdo’a adalah orang-orang yang optimistis. Mereka tahu bahwa do’a dan pikiran-pikiran seperti “tidak mungkin” atau “mustahil” tidak muncul bersamaan.
-Nouman Ali Khan

nakindonesia:

Orang-orang yang berdo’a adalah orang-orang yang optimistis. Mereka tahu bahwa do’a dan pikiran-pikiran seperti “tidak mungkin” atau “mustahil” tidak muncul bersamaan.

-Nouman Ali Khan

Text

kembali

pernah gak ngerasain ditampar? haha nggak pernah ya, yaudah kalo gitu pertanyaannya diganti: pernah gak ngerasain dipukul? pernah kan ya pasti, dan itu sakit. nah, kalau ditampar/dipukul sama Allah, pernah ngerasain juga?

aku pernah. sakit memang, tapi setelah itu aku merasa bersyukuuur sekali. loh kok bisa?

coba deh bayangkan, ada seekor nyamuk aedes aegypti hinggap di pipi kita dan dalam waktu dua detik lagi akan menyebarkan virus demam berdarah. lalu sedetik sebelum hal itu terjadi, ibu kita menampar pipi kita. sakit kan pasti, tapi kita tau bahwa jika ibu kita tidak melakukan hal itu maka kita akan terbaring di rumah sakit karena demam berdarah; kita pasti akan berterima kasih karena telah ditampar.

begitu juga dengan “tamparan” Allah. manusia sering sekali lalai, terbuai dengan kesenangan dunia hingga ia lupa jati diri yang sebenarnya, ia tak sadar telah berjalan menjauhi path yang benar. sekali dua kali mungkin ia sadar, kembali lagi setelah diingatkan oleh kawan-kawan terbaiknya. tapi godaan setan sering kali terasa lebih menggiurkan, dan akhirnya ia melanjutkan kesalahannya lagi.

maka ketika tamparan itu datang, sebuah pengingatan yang cukup keras: hai lili, ini waktunya kembali.. barulah tersadar bahwa aku harus kembali. dan kenapa aku sebut tamparan, karena memang pengingatan kali ini cukup berbeda, benar-benar memaksa untuk evaluasi diri lantas memutuskan: mau terus bersenang-senang mengikuti rayuan setan, atau kembali?

dan seperti yang aku bilang sebelumnya, ditampar itu memang sakit dan gak enak. tapi jika kita tahu ada maksud baik di balik tamparan itu, pasti kita akan berterima kasih dan bersyukur. berterima kasih telah ditampar sebelum terlambat, sebelum pintu taubat benar-benar telah ditutup. bersyukur karena masih ada setitik cahaya iman yang kemudian membimbing untuk kem-ba-li.

ya, selamat kembali lagi, lili.
selamat belajar, memperbarui diri, meningkatkan kapasitas untuk menjadi orang dengan sebanyak-banyak manfaat bagi orang lain.

Text

ied in Bolzano

4th october 2014. what a special day! it was not only ied but also my father and mother’s 22nd anniversary. they were so happy that their anniversary was celebrated by all muslims in the world :p even my father had already posted his wedding photo in our family’s whatsapp group some days before the day. I hope they always have happy marriage, become a role model for other muslim families, and keep together till the heaven.

and for ied, I went to Campo Druso (it is a football field) in Bolzano. there were lots of muslims and also lots of cute kids there >_< 
the weather was also nice, not too cold or too hot, so the praying was so perfect.

after that, we went to fie allo sciliar and cooked meatball! yeah finally I can cook homemade meatball :) it is not as complicated as I think but of course it needs to be patient, especially when mill the meat.

on the next day, I with three other Bolzanian went to Lana. we were invited by Mbak Atun to have lunch together. and wooww there were lots of food: soto babat, opor, sambal goreng ati ampela, rendang, lontong, sayur kacang dan udang, sayur sawi putih, salad, and dessert.

actually I could not prepare well for going to this invitation since I had to finish some stuff related to my thesis. so in the morning I only cooked nutri jell for then I brought to Mbak Atun. but look, the children were so happy when I gave them nutri jell. and I more than happy when saw their smile. :) *bahagia itu sederhana*

Tags: bolzano lana
Link

sulistyoriniconnie:

Seorang dosen memulai kuliah dengan memegang sebuah gelas
berisi air, “kira-kira berapa berat gelas ini” Tanya nya pada para mahasiswa sambil mengangkat gelas tersebut pada posisi agak tinggi hingga seluruh mahasiswa dalam ruangan bisa melihatnya.

“50 gram..100 gram..150 gram..entahlah” jawab…

Link

banumuhammad:

Setiap kali membaca AlQur’an Surat 37 :100-108 selalu saya rasakan getaran yang tak sama. Terlebih lagi di bulan Zulhijjah ini.

Kisah Ayah dan Anak yang luarbiasa. Kisah tentang ketaatan yang sempurna, kisah tentang kecintaan kepada Rabb yang tidak bisa ditandingi oleh apapun jua.

Bayangkan…

Video

avinaninasia:

Damn good!

People who spend time caring for others showed absolutely no stress increase in dying. Caring created resilience.