Text

masak

"gimana, Dyah? enak? kurang asin atau gimana? atau belum terasa bumbunya?" aku bertanya dengan wajah cemas, takut-takut sambil melihat Dyah merasakan sayur buatanku.

"(setelah mencicipi) enak, Li :) tenang aja lagi, gak usah panik gitu. aku kan bukan ibu mertua kamu :D"

itu potongan cerita saat pertama kalinya orang lain merasakan “eksperimen” masakanku. Dyah, teman sesama Erasmus Mundus yang saat itu sedang berkunjung ke Dresden menginap di rumahku. aku yang baru belajar masak kurang lebih satu bulan terhitung sejak kepindahanku ke Dresden mencoba melayani Dyah sebagai tamu dengan memasakkan makanan untuknya. deg-degan memang awalnya, tapi melihat reaksi Dyah aku jadi lega karena setidaknya hasil karya masakanku eatable lah :)

eksperimen masak-memasak ini berlanjut saat jumat lalu, 11 Juli 2014, orang Indonesia di Bolzano mengadakan acara kecil-kecilan berupa ifthar bersama muslim negara lain yang kami kenal. ada muslim dari Palestina, China, Tunisia, dan Afghanistan yang datang di acara yang bertempat di Rainerum lantai dua itu. di rapat persiapan seminggu sebelumnya, aku ditugaskan untuk memasak ayam kalasan. dan aku iya-iya aja, karena salah satu dari kami punya bumbu jadi ayam kalasan dari Indonesia yang bisa aku pakai. gampanglah kalau tinggal pakai bumbu jadi doang, begitu pikirku saat itu.

"Pril, ini bumbunya apa aja? pakai bumbu jadi ya?"

"wuiih, gak level dong kak kalau pakai bumbu jadi :p"

itu reaksi Prildy saat ditanya oleh Kak Ridho setelah keberhasilannya memasak soto babat di acara perpisahannya dengan orang Indonesia di Bolzano. oooh, jadi kalau pakai bumbu jadi itu gak level ya, gak seru gitu ya. dan akhirnya aku pun terpacu untuk tidak menggunakan bumbu ayam kalasan yang sudah jadi, lantas browsing untuk mencari resep ayam kalasan.

di hari H, aku bereksperimen selama dua setengah jam dengan si ayam-ayam ini, mulai dari proses pembersihan, persiapan bumbu, perebusan dengan santan, lalu pembakaran. untuk menambah cita rasa, aku juga membuat sambal terasi yang bahkan Kak Yasmin awalnya tidak menyangka kalau aku yang membuat sambal yang enak itu :)
dan alhamdulillah, tamu-tamu kami suka dengan eksperimen ayam kalasanku ini, hingga habis tak bersisa. yeaaay, mission accomplished :D

belajar masak itu sama seperti belajar sabar. apalagi untuk masak yang bersifat daging-dagingan, mulai dari proses pembersihan darah di dagingnya (yang dulu sewaktu di rumah aku anti banget sama darah ayam/sapi), penghilangan bau daging, perebusan untuk mengempukkan daging yang membutuhkan waktu yang tidak sebentar, sampai proses pembumbuan. masak yang bersifat goreng-gorengan juga begitu. bagaimana kita dituntut sabar untuk menggoreng satu per satu, menungguinya matang dengan api yang tidak boleh terlalu besar, karena kalau tidak masakannya hanya akan matang di luar tapi dalamnya masih mentah.

belajar masak itu juga berarti belajar untuk tidak panik. karena realita yang terjadi di dapur kadang tidak semulus bayangan sebelumnya. ada saja perhitungan yang meleset dari rencana awal. di kondisi seperti itu, kita harus tetap tenang, karena kalau panik masakannya akan semakin hancur berantakan >_<

dan belajar masak itu juga belajar untuk berbagi. karena kepuasan dari eksperimen masak-memasak ini akan lebih terasa saat melihat ekspresi kebahagiaan orang lain yang mencicipi hasil karya masakan kita :)

Tags: bolzano
Text

pilihan-pilihan

hidup adalah kumpulan pilihan, yang kadang ilmu manusia tidak cukup untuk bisa mengetahui mana yang terbaik di antara pilihan yang ada. meski telah melakukan analisis dan pertimbangan komprehensif akan sisi baik dan buruk masing-masing pilihan, mungkin masih tersisa suatu titik dimana kita bingung dalam mengambil keputusan. terlebih lagi pengetahuan yang terbatas akan apa yang terjadi di masa depan, membuat penilaian menjadi kabur hingga kita kebingungan dalam menentukan sesuatu.

Allah, yang Maha Baik, telah menyediakan sebuah mekanisme yang mempermudah manusia dalam mengambil keputusan diantara sekian pilihan yang sulit, namanya shalat istikharah. 

dan akhir-akhir ini aku baru mengetahui, bahwa istikharah itu tidak berhubungan dengan mimpi. tidak semua jawaban istikharah diberikan Allah melalui mimpi, bahkan terkadang mimpi manusia itu berasal dari setan. ketenangan dan kemantapan hati adalah pertanda yang Allah berikan sebagai jawaban atas istikharah yang kita lakukan. dan pesan itu akan semakin mudah kita tangkap kala nurani kita bersih dan suci. dalam buku Jalan Cinta Para Pejuang, Salim A. Fillah menulis,

setiap kita punya hati, dan di dalamnya nurani kita terus bergeletar menyuarakan pesan Ilahi. permasalahannya kemudian adalah bisa tidaknya pesan nurani itu bergerak keluar menembus dinding hati lalu terdengar bergerincing. seringkali ia hanya berbisik. tak jelas. atau bahkan terbungkam. itu karena karat-karat dosa menjerujinya. kemudian, setiap suara hati hanya mampu menggetarkan jeruji-jeruji itu. hingga seringkali kita mengira suatu bisikan sebagai suara hati, padahal itu adalah geretak jeruji dosa dan palang-palang nafsu. nurani yang berbisik, menyakiti hawa nafsu yang mengungkungnya. lalu hawa nafsu itu berteriak nyaring. dan dialah yang kita dengar.

nah. repot kan jadinya kalau justru suara nafsu yang kita dengar, bukan bisikan hati yang berasal dari nurani yang suci. itulah kenapa kita diminta untuk terus membersihkan hati, agar tidak ada noktah hitam yang menutupi cahaya sucinya. 

pada dasarnya, kita harus yakin bahwa apapun jawaban yang Allah berikan, itulah yang terbaik bagi kita. dalam suatu hadis, Rasulullah mengajarkan agar kita ridha atas apa yang Allah tetapkan bagi kita.

"ya Allah, sesungguhnya aku beristikharah padaMu dengan ilmuMu, aku memohon kepadaMu kekuatan dengan kekuatanMu, aku meminta kepadaMu dengan kemuliaanMu. sesungguhnya Engkau yang menakdirkan dan aku tidaklah mampu melakukannya. Engkau yang Maha Tahu, sedangkan aku tidak tahu. Engkaulah yang mengetahui perkara yang gaib. ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini baik bagiku dalam urusanku di dunia dan di akhirat, maka takdirkanlah hal tersebut untukku, mudahkanlah untukku dan berkahilah ia untukku. ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara tersebut jelek bagi agama, kehidupan, dan akhir urusanku maka palingkanlah ia dariku, dan palingkanlah aku darinya, dan takdirkanlah yang terbaik untukku apapun keadaannya dan jadikanlah aku ridha dengannya. kemudian dia menyebut keinginanya.” (HR. Ahmad, Al-Bukhari, Ibn Hibban, Al-Baihaqi dan yang lainnya).

Asma, seorang sahabat dari Palestina pun selalu mengingatkan,

jika kamu bimbang dalam melakukan suatu urusan, berwudhulah lalu shalat istikharah dua rakaat. setelah itu hatimu akan condong ke suatu hal. selama tak ada hambatan, biasanya itu pertanda bahwa jawaban istikharahmu positif. sebaliknya, ia akan mengirimkan pesan sedemikian rupa yang membuatmu ragu, maka itu pertanda bahwa jawaban istikharahmu negatif. tapi yang jelas, jawaban apapun dariNya, percayalah bahwa semua yang kita lakukan dengan sebelumnya meminta petunjukNya adalah kebaikan. 

"you have done istikharah, so that is the best for you." -Asma

Tags: bolzano
Photoset

kehebohan semester ini sebentar lagi akan berakhir >_<

pasti rindu dengan masa-masa belajar bersama mereka. teman-teman yang satu per satu akan pergi berpencar, ada yang ke dresden, vienna, atau lisbon, meninggalkan aku dan tanu di bolzano. 

pasti kangen dengan bulan juni 2014. bulan yang diisi dengan pengerjaan tiga proyek akhir, database coursework, dan persiapan ujian. yang mungkin akan jadi bulan terakhir aku bisa belajar bersama teman-teman emcl batch 2013. T.T

keterangan gambar:

(1) tempat paling asyik saat belajar di perpus: teras lantai 4
(2) belajar bersama medina, dua hari sebelum ujian ontology & database >.<
(3) yue dan hasil karya kita untuk database coursework :p
(4) belajar di taman dekat sungai, bersama alfi dan asma
(5) group blonde ILS
(6) lihatlah kelakuan kita saat stress ngerjain proyek ILS: mainin emoticon di hangout >.<
(7) medina dan ontology project
(8) trio emcl Indonesia dan persiapan ujian formal method
(9) suasana kalau belajar di taman
(10) gunung yang terlihat dari teras perpus lantai 4

Tags: bolzano
Link

ksatria-v:

Oleh Muhammad Iqbal

Ksatria UI angkatan V

“Waah, negeri yang benar-benar berbeda! Udara yang menusuk dingin, orang-orang yang semuanya tampak berkulit putih, bill board yang semuanya berkarakter lain, serta semuanya yang tampak maju dan teratur.. Tapi.. makan apa ya disini??!!”

Quote
"Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.
Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.
Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.
Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.
Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu."

— Rahmat Abdullah (via avinaninasia)